Depan / Artikel / Jadilah Pemaaf

Jadilah Pemaaf

Memaafkan kesalahan merupakan salah satu sifat terpuji. Akhlaknya tinggi , hatinya bersih, jiwanya lapang karena sifat memaafkan berat bagi hati yang sakit lagi Pedengki . Ia sifat orang-orang mulia yang lahir dari ketaqwaan tidak mudah mencapainya melainkan dengan taqwa kepada Allah. Allah berfirman
وَالْعافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan ( QS.Ali-Imran : 132)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman
إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا
Jika kalian melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha kuasa. (QS: An-Nisa : 149).

Syekh As-sa’dy menafsirkan firman-Nya: “awu ta’fuu ‘an suu’ beliau mengatakan : Yaitu memaafkan orang –orang yang berbuat buruk terhadap fisik,harta,dan harga diri Anda. Sebab ganjaran diberikan sebanding dengan amal perbuatan. Barang siapa memaafkan karena Allah, maka Allah memaafkannya . Dan barang siapa berbuat baik karena Allah, niscaya Allah berbuat baik kepadanya.

Memaafkan termasuk diantara sifat yang dapat menghapus kebencian, menghilangkan bibit-bibit perpecahan bahkan sifat ini akan mengangkat derajat hamba disisi Allah.

Rasulullah bersabda, Allah tidak menganugerahkan sifat pemaaf kepada seorang hamba kecuali akan meninggikan kedudukannya.

Mari kita kembali ke sejarah para Salafussholeh

Sifat pemaaf Nabi shallaullahu alihi wassalam kepada penduduk Makkah
Ubai ibnu Ka’ab menceritakan bahwa ketika terjadi perang Uhud. Jumlah kaum Anshar yang terbunuh 64 orang sedangkan kaum Muhajirin 6 orang. Maka para Sahabat Nabi Shallaullah alaihi wassalam berkomentar bahwa: ”Jika kita masih memiliki peluang berperang melawan kaum musyrik, niscaya kita akan balas lebih banyak lagi. Tatkala tiba penaklukan Kota Makkah terdengar teriakan orang tak dikenal: Tidak ada lagi kehidupan bagi Kaum Quraisy setelah hari ini. Maka Rasullullahu alaihi wassallam berteriak: “semua yang berkulit hitam ataupun putih akan aman kecuali si fulan dan fulan..” sambil beliau menyebut nama beberapa orang. Akhirnya Allah menurunkan firman-Nya:
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ
Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (QS: An-Nahl : 126)

Maka Rasulullah shallallahu alihi wassalam bersabda : Kita bersabar dan tidak dendam. Dalam riwayat yang lain : Tahan dirilah dari mereka.

Subhanaullahu ketika wahyu turun tiada kata melainkan ikuti. Jiwa manusia memang perlu latihan dan tarbiyah karena tidak mudah seorang manusia memberikan hak-haknya dan tidak gampang memaafkan orang yang menzaliminya. Hanya jiwa yang besar yang terbiasa dengan ketaatan kepada Allah Yang Maha Pengasih sadar bahwa dengan memaafkan. Jiwanya lebih lapang dan mampu menguasai dirinya.

Sedangkan orang yang paling pantas memiliki sifat pemaaf adalah para ulama dan para da’i karena mereka adalah Qudwah dan Tauladan yang diikuti oleh orang.

Tentang admin-wahdahislamiyah

Check Also

Latih Kreativitas dengan Rasa Ingin Tahu

Kreativitas sudah menjadi kemampuan yang mutlak dibutuhkan manusia pada zaman digital dan zaman kompetisi tingkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by Naurah Computer