Depan / Artikel / IBARAT POHON KURMA

IBARAT POHON KURMA

Dari Abdullah bin Umar – semoga Allah meridhainya- ia berkata: “Kami berada di dekat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam lalu beliau bertanya: ‘Beritahukan padaku suatu pohon yang menyerupai seorang muslim, daunnya tidak berguguran dan selalu berbuah setiap saat’… Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Ia adalah pohon kurma …’ (HR. Bukhari)

Betapa bermakna keberadaan diri seorang muslim hingga sang baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengumpamakannya dengan pohon kurma. Mengapa? Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan dalam Kitab Fathul Bari,

Pertama, pohon kurma itu daunnya tidak gugur. Berada di kebun kurma, maka tidak kita temukan pohon kurma yang daunnya gugur. Seperti itu pula lah pahala seorang mukmin juga tidak gugur dikarenakan keimanannya itu. Allah Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”.” (QS. Fushshilat[41]: 8)

Selama ia terus beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak melakukan pembatal-pembatalnya, maka pahalanya tidak akan digugurkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, pohon kurma tumbuh di tengah gurun pasir dengan cara menanam biji kurma lalu ditutup dengan batu. Biji kurma yang ditutup dengan batu akan mendorong pertumbuhan akar hingga ke bawah untuk menemukan sumber air sejauh yang ia dapatkan. Setelah akar menemukan sumber air, maka biji kurma akan menumbuhkan tunas dan memecahkan bebatuan yang menutupnya hingga tunasnya tumbuh menjadi pohon kurma di tengah gurun pasir yang kering.

Seorang mukmin itu memiliki keteguhan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Senantiasa berkomitmen untuk mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Meski godaan dan cobaan dunia itu selalu datang mendera.

“..perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,” (QS. Ibrahim[14]: 24)

Ketiga, pohon kurma itu memberikan manfaat yang banyak. Dari semenjak tunasnya muncul sampai ia kemudian berbuah, semua bagian-bagiannya bermanfaat.

Ini sama dengan keberkahan seorang muslim. Seorang muslim memberi manfaat bagi kehidupannya dan juga orang lain. Hidupnya disedekahkan senantiasa bermanfaat bagi orang lain.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)

Akhirul kalam, jadilah manusia yang sesuai dengan fitrah kehadirannya di muka bumi sebagai rahmatan lil alamin. Tetap berpegang teguh dengan alquran dan sunnah namun akhlak dan kehadirannya senantiasa memberikan manfaat bagi seluruh penduduk bumi. Wallau a’lam

Tentang SD Wahdah Islamiyah Berau

Check Also

Keutamaan Guru

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dalam hadits-haditsnya, banyak menyebut keutamaan guru, diantara : Sesungguhnya Allah dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by Naurah Computer